HBNA Indonesia

Jenis-Jenis Rempah yang Sering Diekspor ke Luar Negeri dan Memiliki Peminat yang Tinggi

Jenis rempah ekspor – Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor rempah terbesar di dunia. Pada tahun 2020, Indonesia menempati peringkat ke-9 dengan nilai ekspor yang mencapai 1,02 miliar US Dolar atau  sekitar Rp 14,59 triliun pada tahun lalu (kurs US$ 1 = Rp 14.235).

Lalu, apa sajakah jenis rempah ekspor yang paling banyak dikirimkan ke pasar internasional? Ini dia jenis rempah ekspor terbesar :

1.     Lada

Lada yang sering kita gunakan sebagai bumbu dapur ini juga merupakan komoditi ekspor utama Indonesia. Rempah yang kerap kali digunakan sebagai bumbu untuk berbagai olahan ini selain dapat menambah kenikmatan masakan juga dapat memberikan sensasi hangat bagi tubuh.

Lada juga memiliki banyak sekali manfaat baik untuk kesehatan, sebab itulah tak mengherankan jika rempah satu ini menjadi primadona di pasar internasional. Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan. Pada Caturwulan pertama tahun 2020 lada bahkan menguasai sekitar 18,7% dari total ekspor rempah Indonesia dengan nilai mencapai 40,88 juta dolar AS.

2.     Cengkeh

Rempah asli Maluku ini pada zaman dahulu kala seringkali menjadi incaran para penjajah. Hal ini disebabkan karena Cengkeh merupakan salah satu jenis rempah populer yang memiliki harga tinggi. Per januari hingga April 2020, Cengkeh ini juga termasuk sebagai rempah yang paling banyak diekspor setelah lada dengan nilai ekspor mencapai 37,26 dolar AS.

3.     Kayu Manis

Jenis rempah ekspor asal Indonesia selanjutnya yang memiliki banyak peminat di kancah internasional adalah kayu manis. Kayu manis sendiri merupakan tanaman rempah yang banyak ditemui di Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Merangin, Jambi.

Bahkan, menariknya rempah asal Jambi ini dapat memasok hingga sekitar 4% kebutuhan kayu manis di dunia. Untuk negara-negara yang menjadi tujuan utama ekspor kayu manis Indonesia sendiri adalah Singapura, Jerman, Belanda, hingga Amerika Serikat.

4.     Vanili

Jenis rempah ekspor selanjutnya adalah Vanili. Berdasarkan data tahun 2019, bahkan Indonesia menjadi pengekspor dan penghasil vanili terbaik dan terbesar dunia ketiga setelah Madagaskar dan Perancis.

Hal ini membuktikan bahwa kualitas vanili Indonesia memang tidak perlu diragukan lagi.

5.     Kapulaga

Selanjutnya, ada Kapulaga. Rempah dengan bentuk bulat kecil khas Indonesia ini turut menempati posisi tertentu di pasar ekspor luar negeri. Berdasarkan data Badan Karantina Pertanian, pada kuartal I 2020, ekspor kapulaga dari Sumatera Utara meningkat hingga 54,2% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ya, peningkatan tersebut cukup fantastis.

Untuk tujuan utama ekspornya sendiri adalah negara Vietnam, Thailand, dan Tiongkok.

6.     Andaliman

Meskipun masih sedikit asing, namun pamor rempah satu ini di dunia kuliner tengah meningkat pesat. Andaliman sendiri memiliki rasa cukup pedas seperti merica. Aromanya mirip seperti jeruk namun lebih smooth. Rempah satu ini juga sering digunakan sebagai campuran masakan khas Batak.

Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian, Andaliman ini berhasil diekspor ke Jerman sebanyak 574 kg dengan nilai sekitar Rp 431 juta.

7.     Pala

Berdasarkan data per Januari hingga April 2020, nilai ekspor pala utuh mencapai 26,47 juta US Dolar dan bubuk pala sebesar 7,04 juta US Dollar. Dengan nilai ekspor yang cukup besar, hal ini menjadikan pala menjadi salah satu komoditas ekspor rempah terbesar di Indonesia.

Nah, itulah beberapa jenis rempah ekspor yang nilainya paling besar di Indonesia. Dengan jumlah ekspor yang besar, hal tersebut semakin menunjukkan bahwa peluang ekspor rempah kita cukup besar dan banyak diminati oleh pasar internasional.  

Referensi : https://kemenparekraf.go.id/ragam-ekonomi-kreatif/Rempah_Rempah-Khas-Indonesia-yang-Banyak-Diekspor

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Scroll to Top