Indonesia’s Black Pepper Export Market
Black pepper continues to hold a dominant position in the global spice trade, with its versatility and strong demand across
Ekspor Rempah Indonesia – Indonesia memang telah menjadi salah satu negara eksportir rempah-rempah terbesar di dunia semenjak dahulu kala. Rempah Indonesia memang sangat diminati oleh pasar internasional lantaran kualitasnya yang tinggi dan memiliki banyak keunggulan.
Untuk komoditi ekspornya sendiri sebenarnya cukup beragam. Mulai dari ekspor Lada, Kapulaga, Pala, Cengkeh, Jahe, dan sejenisnya. Nah, di pembahasan kali ini kita akan membahas mengenai negara-negara yang menjadi tujuan ekspor rempah Indonesia. Berikut ini alasannya :
Negeri yang terkenal dengan film-film Bollywood ini merupakan salah satu negara yang menjadi destinasi ekspor utama komoditas rempah. Pada tahun 2021 ini, peningkatan kerjasama tentang ekspor rempah ini tertuang dalam nota kesepahaman transaksi antara perusahaan India dan Indonesia dengan nilai US$6,45 juta ketika pelaksanaan Trade Expo Indonesia Digital Edition (TEI-DE) 2021.
Berdasarkan data dari databooks.katadata.co.id, pada tahun 2018 India juga menjadi negara dengan jumlah ekspor rempah berupa Temulawak, Kunyit, dan Jahe terbesar dengan nilai ekspor mencapai 9.288 ton. Jumlah ini lebih dari separuh jumlah ekspor Indonesia dalam 3 jenis komoditi tersebut pada tahun 2018.
Amerika Serikat juga menjadi salah satu negara tujuan ekspor rempah Indonesia. Peluang pasar Amerika untuk komoditi ekspor Indonesia sendiri terbilang cukup tinggi. Seperti yang dikutip dari ekonomi.bisnis.com, nilai ekspor Indonesia dalam hal rempah-rempah ke Amerika pada tahun 2020 sendiri mencapai 175 juta US Dollar.
Selain itu, pada periode Januari hingga Juni 2020, nilai ekspor ini mengalami kenaikan hingga 1,22% atau 83,25 juta US Dollar.
Negeri gajah putih ini juga menjadi salah satu negara tujuan utama untuk ekspor rempah Indonesia. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2020, Thailand menjadi negara dengan jumlah ekspor rempah, tanaman obat dan aromatik terbesar dengan jumlah mencapai 64.560,9 ton atau sekitar 89,8 juta US dollar. Lebih banyak dibandingkan dengan negara-negara lainnya.
Selanjutnya, ada Jerman. Produk rempah asal Indonesia turut berhasil memasuki pangsa pasar Jerman. Salah satu buktinya adalah importir asal Jerman, Indonesia-Consult RS GmbH, membeli produk rempah dari CV. Multi Rempah Sulawesi (MRS) senilai US$ 600 ribu.
Dikutip dari liputan6.com, Indonesia memang merupakan negara pemasok rempah ketiga terbesar ke Jerman (2015) setelah Brazil dan Vietnam dengan pangsa pasar sebesar 16,51 persen. Dalam 5 tahun terakhir, ekspor rempah Indonesia ke Jerman juga mengalami pertumbuhan positif sebesar 14,53% dengan nilai ekspor sebesar 45,88 juta US Dolar pada tahun 2015.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik tahun 2020 berikut ini ada beberapa negara lainnya yang menjadi importir rempah terbesar di Indonesia dengan jumlah ribuan hingga ratusan ton.
Nah, itulah beberapa negara tujuan ekspor rempah Indonesia. Dengan banyaknya peminat rempah-rempah milik negara kita, peluang ekspor rempah ini jua terbilang sangat menjanjikan.
Referensi : https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/09/16/thailand-dan-india-jadi-negara-tujuan-utama-ekspor-rempah-rempah-indonesia
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/11/18/10-ekspor-rempah-rempah-terlaris-pada-2020
Black pepper continues to hold a dominant position in the global spice trade, with its versatility and strong demand across
Black pepper, often referred to as the “King of Spices,” has been an integral part of culinary traditions worldwide for
White pepper, derived from the fully ripe berries of the pepper plant, is a staple spice with a strong presence
WhatsApp Chat is free, download and try it now here!