Indonesia’s Black Pepper Export Market
Black pepper continues to hold a dominant position in the global spice trade, with its versatility and strong demand across
Data Ekspor Rempah Indonesia – Ekspor rempah Indonesia sendiri setiap tahunnya mengalami cukup banyak perubahan, entah itu naik atau turun. Untuk negara tujuan ekspornya sendiri beragam, tergantung jenis komoditinya sendiri.
Nah, di artikel kali ini kita akan membahas beberapa data ekspor rempah Indonesia ke berbagai negara tujuan pada periode tahun 2012 hingga 2020.
Untuk data ekspor rempah Indonesia ini bersumber dari data dari bps.go.id yang diolah dari dokumen Kepabeanan Ditjen Bea dan Cukai (PEB dan PIB) serta dikutip dari publikasi Statistik Indonesia.
Negara-negara tujuan impor Tanaman Obat, Aromatik, dan Rempah-Rempah selama periode 2012 – 2020 sendiri adalah Pakistan, Thailand, Amerika Serikat, India, Vietnam, Singapura, Belanda, Tiongkok, Bangladesh, Jerman, dan lainnya.
Berdasarkan jumlah tonnya, berikut ini rekap data ekspornya :

Dari data diatas, dapat kita simpulkan bahwa data ekspor rempah Indonesia mengalami kenaikan dari tahun 2012 hingga tahun 2014 dimana angka ekspor telah menyentuh angka 386.943.8 ton. Sayangnya, pada tahun 2015 & 2016 ekspor Indonesia mengalami penurunan.
Pada tahun 2017 dan 2018, jumlah ekspor kembali meningkat. Meskipun belum bisa menyamai angka ekspor pada tahun 2014. Namun, pada tahun 2018 dan 2020 angka ekspor rempah dan obat-obatan mengalami penurunan. Dengan angka ekspor pada tahun 2020 hanya 275.295,1 ton.
Dari tahun 2012 hingga tahun 2017, Pakistan menjadi negara dengan jumlah ekspor terbanyak dengan angka diatas 70 ribu ton (puluhan ribu hingga ratusan ribu ton). Sayangnya, mulai tahun 2018 ekspor ke Pakistan mengalami penurunan hingga menyentuh angka ribuan ton saja.
Untuk Thailand sendiri, dibandingkan dengan tahun-tahun awal ekspor (2012-2014) jumlah ekspornya sendiri terus mengalami kenaikan. Di tahun berikutnya yakni tahun 2015, jumlah ekspor Indonesia ke negara ini mengalami kenaikan lebih dari 10 kali lipatnya. Diantara periode 2012 – 2020, puncak ekspor ke Thailand ada di tahun 2019 dengan kapasitas ekspor sekitar 162.812,3 ton.
Untuk Belanda, jumlah ekspor ke negara satu ini cukup stabil. Mulai dari tahun 2012 hingga tahun 2020. Jumlah ekspornya berada di kisaran 2 hingga 3 ribu ton per tahunnya.
Untuk negara-negara di kawasan Asia Tenggara seperti Vietnam dan Singapura, data ekspor rempah Indonesia sendiri mengalami kenaikan dan juga penurunan. Di Vietnam, ada awal tahun 2012 hingga 2014, angka ekspor terus mengalami kenaikan dengan jumlah ekspornya berada di kisaran belasan ribu ton. Puncaknya sendiri ada di tahun 2017-2018 dengan angka ekspor mencapai 29 ribu ton.
Untuk data ekspor rempah Indonesia ke Singapura sendiri terus mengalami penurunan yang cukup besar dan terus menerus. Pada awal tahun 2012 jumlah ekspornya sendiri mencapai angka 34 ribu ton. Kemudian angka tersebut terus menurun hingga ke dua puluhan ribu ton, belasan ribu ton, dan akhirnya berada di angka ribuan ton. Pada tahun 2020, angka ekspornya sendiri berada di kisaran 4 ribuan ton saja.
Untuk angka ekspor Jerman sendiri sebenarnya bisa dibilang lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Tapi, jumlah tersebut cukup konsisten di kisaran 1 ribuan ton.
Sementara itu, data ekspor rempah Indonesia ke berbagai negara lainnya cenderung fluktuatif. Terkadang turun dan juga naik.
Black pepper continues to hold a dominant position in the global spice trade, with its versatility and strong demand across
Black pepper, often referred to as the “King of Spices,” has been an integral part of culinary traditions worldwide for
White pepper, derived from the fully ripe berries of the pepper plant, is a staple spice with a strong presence
WhatsApp Chat is free, download and try it now here!