HBNA Indonesia

Peluang Ekspor Rempah ke Luar Negeri

Ekspor Rempah – Rempah merupakan salah satu komoditi ekspor Indonesia yang memiliki banyak sekali peminat di pasar internasional. Tingginya peminat ini turut membuat peluang ekspor komoditi rempah ke luar negeri semakin tinggi.

Rempah-rempah asal Indonesia sendiri memiliki kualitas yang tinggi dan rasa yang khas. Oleh karena itu, peminatnya juga sangat banyak. Nah, di artikel kali ini kita akan membahas secara singkat mengenai peluang ekspor komoditi rempah Indonesia. Simak ulasannya berikut ini ya :

Peluang Ekspor Rempah bagi Indonesia

Dikutip dari Kontan.co.id, Kementerian Perdagangan atau Kemendag mencatat jumlah ekspor komoditi rempah Indonesia dari Januari hingga April 2020 mencapai 218,69 juta US Dollar. Jumlah ekspor rempah tersebut meningkat sekitar 19,28% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Jumlah ekspor yang tinggi tersebut membuktikan bahwa meskipun ada COVID-19, permintaan atas rempah masih mengalami peningkatan.

Pada periode Januari hingga April 2020 sendiri, rempah-rempah yang banyak diekspor antara lain adalah :

  • Lada utuh dengan nilai US$ 40,88 juta atau sekitar 18,7% dari total ekspor rempah
  • Cengkeh utuh senilai US$ 37,26 juta (17,04%), 
  • Pala whole/utuh senilai US$ 26,47 juta (12,11%),
  • Bubuk kayu manis senilai US$ 25,38 juta (11,61%),
  • Mace dengan nilai US$ 18,67 juta (8,54%).
  • Vanilla dengan nilai US$ 16,67 juta,
  • Kayumanis utuh dengan nilai US$ 12,97 juta,
  • Kayumanis lainnya mencapai US$ 11,54 juta,
  • Kapulaga senilai US$ 7,67 juta,
  • Bubuk pala US$ 7,04 juta dan rempah lainnya.

Di masa pandemi ini, sebenarnya ada banyak sekali hambatan yang dialami untuk dapat mengekspor rempah ini. Diantaranya adalah adanya penutupan laboratorium untuk pengujian, penutupan bandara komersial internasional, berkurangnya permintaan dari negara importir dikarenakan adanya pemberlakukan karantina wilayah dan kebijakan lockdown, dan juga terputusnya rantai pasokan dan pendistribusian ke negara lain.

Namun, hal tersebut tidak serta merta membuat peluang ekspor komoditi rempah ke luar negeri mati. Dengan beberapa strategi, rempah Indonesia tetap dapat memasuki pasar internasional dan bersaing dengan eksportir lainnya.

Program Pemerintah untuk Mendukung Ekspor Rempah

Kemajuan ekspor rempah tentunya juga tak dapat dipisahkan atas dukungan pemerintah. Hal ini tercerminkan dari adanya berbagai program pemerintah yang mendukung program ekspor. Salah satunya adalah program Indonesia Spice Up the World (ISUTW).

Dikutip dari website idxchannel.com (19/06/2021), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan bahwa Amerika Serikat menjadi salah satu negara peluang pasar ekspor rempah lewat program ISUTW ini.

Dalam Weekly Press Briefing di Jakarta, Senin (19/7/2021), beliau mengatakan bahwa Amerika memiliki peluang 20-25% dari pasar ekspor komoditi rempah. Di mana peluang terbesarnya adalah restoran di sekitar New York dimana dalam hasil koordinasi dari tim konjen RI ada sekitar 100-150 restoran yang dapat berkontribusi dalam program 4000 restoran di ISUTW.

Adapun, target program ini adalah hadirnya 4000 restoran Indonesia di luar negeri dan juga peningkatan nilai ekspor bumbu dan rempah menjadi 2 miliar dolar. Program ini sendiri akan digelar hingga tahun 2024 dengan tujuan utama untuk mendorong kuliner Indonesia di mancanegara dan memberi nilai tambah tersendiri,

Menurut Kemenparekraf sendiri, data ekspor rempah olahan komoditas segar sendiri mengalami tren positif dengan pertumbuhan rata-rata 2,95% selama 5 tahun terakhir. Diharapkan kedepannya, tren positif atas ekspor rempah ini terus terjadi dengan tentunya harapan kenaikan juga semakin tinggi.

Referensi :

https://www.idxchannel.com/economics/banggakan-potensi-bisnis-rempah-ri-sandiaga-uno-peluang-ekspor-ke-as-bisa-sampai-25-persen

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Scroll to Top